Beranda / Profil PROVINSI SUMATERA UTARA

Profil PROVINSI SUMATERA UTARA

Peta Provinsi Sumatera Utara

Profil PROVINSI SUMATERA UTARA

Profil

Berdasarkan kondisi letak dan kondisi alam, Sumatera Utara dibagi dalam 4 (empat) kelompok wilayah/ kawasan yaitu Pantai Barat, Dataran Tinggi, Pantai Timur, dan Kepulauan Nias. Kawasan Pantai Barat meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Tengah, Kota Padangsidimpuan, dan Sibolga. Kawasan dataran tinggi meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Simalungun, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Samosir, dan Kota Pematangsiantar, Kawasan Pantai Timur meliputi Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batu Bara, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Kota Tanjungbalai, Tebing Tinggi, Medan, dan Binjai. Kawasan Kepualuan Nias meliputi Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli

Luas Wilayah 72437755 km2
Batas Barat Samudera Hindia
Batas Timur Negara Malaysia di Selat Malaka
Batas Utara Provinsi Aceh
Batas Selatan Provinsi Riau dan Sumatera Barat
Jumlah Kecamatan 450 Kecamatan
Jumlah Kelurahan 6110 Kelurahan

Kondisi Geografis

Provinsi Sumatera Utara berada di bagian barat Indonesia, terletak pada garis 10–40 Lintang Utara dan 980–1.000 Bujur Timur

Kondisi Demografi

Pada Tahun 2026 penduduk Sumatera Utara berjumlah 15.978.639 jiwa yang terdiri dari 8.019.695 jiwa penduduk laki–laki dan 7.958.944 jiwa perempuan

Kondisi Ekonomi

PDRB Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada tahun 2024 sebesar Rp 1.146,920 triliun. Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan kontributor utama dengan peranan mencapai 24,44 persen. Selanjutnya diikuti oleh Kategori Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,79 persen dan Kategori Industri Pengolahan sebesar 18,36 persen. Sementara itu, kategori-kategori lainnya memberikan total kontribusi sebesar 38,41 persen terhadap perekonomian di Sumatera Utara. 

Untuk melihat produktivitas ekonomi (dengan mengabaikan inflasi), maka digunakan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK). Berdasarkan harga konstan tahun 2010, PDRB Sumatera Utara pada tahun 2024 sebesar Rp 632,53 triliun. Kategori Transportasi dan Pergudangan mengalami laju pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 13,12 persen, diikuti oleh Kategori Peyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,22 persen dan Kategori Jasa Lainnya sebesar 9,55 persen. 

Secara keseluruhan perekonomian Sumatera Utara tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 5,01 persen. 

PDRB perkapita Sumatera Utara tahun 2024 sebesar Rp 73,57 juta. Sementara itu, berdasarkan harga Konstan 2010, PDRB perkapita tahun 2024 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023, yaitu sebesar Rp 39,14 juta pada tahun 2023 menjadi Rp 40,58 juta pada tahun 2024.

Untuk menggambarkan bagaimana penggunaan barang dan jasa oleh berbagai golongan konsumen, maka digunakan PDRB menurut pengeluaran. Dari Rp 1.146,92 triliun, nilai barang dan jasa di Sumatera Utara sebagian besar dikonsumsi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, yaitu mencapai Rp 583,17 triliun (50,85%). Selanjutnya untuk Net Ekspor Barang dan Jasa sebesar Rp 450,24 triliun (39,26%), Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar Rp 328,63 triliun (28,65%), Impor Barang dan Jasa sebesar Rp 306,17 triliun (26,70%), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar Rp 64,74 triliun (5,65%), Pengeluaran Inventori sebesar Rp 15,77 triliun (1,38%) dan untuk Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar Rp 10,52 triliun (0,88%)

Infrastruktur

No Nama Bandara Lokasi